Your Most Vibrant Expat Community

Your Most Vibrant Expat Community

Ringkasan peristiwa saat berurusan dengan kantor notaris yang mengurusi sewa rumah di Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Blok B1 Nomor 05.

Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Blok B1 Nomor 05

Rumahnya beralamat di Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria, pemiliknya tinggal di Jakarta & Singapura, dan rumahnya diiklankan oleh kantor notaris di Batam

Saya sudah setuju dengan pemilik yang tinggal di Jakarta untuk menyewa rumahnya di bulan November, dengan persyaratan dan urutan sebagai berikut :

Langkah 1) Semua pihak menandatangani kontrak,
Langkah 2) Saya mentransfer uang muka sebesar Rp. 15.000.000,
Langkah 3) Renovasi rumah mulai dilakukan,
Langkah 4) Setelah melakukan pengecekan kalau renovasi sudah dilakukan dengan baik dan benar, saya mentransfer sisa pembayarannya sebesar Rp. 50.000.000 dan penyerahan kunci rumah.
 

“Agennya”, notaris di Batam, tidak melakukan langkah – langkah yang sesuai dengan perjanjian saya dengan pemilik.

Pertama, kantornya mengirimkan kontrak yang salah, dan selalu memaksa saya untuk menandatanganinya. Kontrak yang tadi saya kirimkan ke pengacara di Jakarta untuk diperbaiki, dan sudah ditandatangani oleh 2 pihak. Sejak kontrak yang sudah diperbaiki sampai di Batam saya sudah mencoba beberapa kali untuk menandatanganinya, tapi mereka tolak, dan memaksa saya untuk membayar jumlah full sebelum tanda tangan. Mereka juga menunda proses renovasi dan walaupun mereka tahu kalau proses hand-over akhirnya tidak bisa dilakukan tepat waktu, mereka mencoba melakukan pemerasan kepada saya untuk mentransfer uangnya full sampai batas waktu yang ditentukan  atau mereka akan “menyewakannya” ke orang lain.
 

Saya bukan pengacara, tapi menurut saya, ini seperti sebuah percobaan penipuan yang akhirnya merugikan saya ribuan dollar.

Berikut terlampir screenshot dari percakapan yang terjadi. 

Dwie Ponny Sulistiyan otarisatam Indonesia

Notarisnya menawarkan 3 unit di komplek yang sama, Blok B nomor 05, B2-72, dan B2-73.

Semua unit membutuhkan renovasi, Kerusakan di unit Blok B2-73 sangat parah, dan sangat tidak aman. Kita sudah menginformasikan ke pemilik tentang kondisi rumah mereka, disertai bukti foto dan video. Setelah lebih dari 2 bulan kemudian, rumahnya masih diiklankan untuk sewa. Pemiliknya tidak tinggal di Batam, dan kemungkinan tidak tahu kondisi rumah mereka.

“Agennya” yang mewakili keluarga pemilik kemungkinan besar adalah anggota keluarganya juga, kerjaannya sangat tidak professional dan meragukan.

Kontak pertama yang saya lakukan dengan pemilik adalah di tanggal 18 October, kami langsung setuju untuk kontrak 1 tahun, pembayaran sewa Rp. 60.000.000 dan deposit Rp. 5.000.000. 

Kontrak yang diberikan agennya banyak kesalahan, kami menghubungi pemilik untuk klarifikasi dan pengacara kami di Jakarta harus menulis ulang kontraknya. Ada 3 pihak untuk menandatangani kontraknya, 2 di Jakarta dan 1 di Singapura.

Pemiliknya menginformasikan ke saya kalau di tanggal 21 November rumahnya “Pasti akan selesai direnovasi, besok bu Ponny dan timnya akan melakukan pengecekan dan mulai renovasi”. menurut pemilik, renovasi seharusnya dimulai pada 22 November.

Sayangnya, agennya campur tangan dan menolak untuk memulai renovasi tanpa adanya uang muka, tetapi dialah yang menunda penanda tanganan kontrak.

Walaupun sudah kami informasikan kalau agennya tidak melakukan langkah-langkah yang sudah disetujui, pemilik mengabaikan pesan saya setelah 25 November.

Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Kurtibi 1
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Kurtibi 3
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Kurtibi 5
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Kurtibi 7

Semuanya bermula dari kontrak yang banyak kesalahan dari kantor bu Ponny, beberapa bagian ada yang kosong, yang seharusnya diisi konten tambahan setelah tanda tangan. Tanggal – tanggal dan jumlah pembayaran banyak yang salah. Menurut saya, kontraknya seperti kontrak daur ulang yang sedikit dirubah dengan sangat tidak profesional. 

Bu Ponny dan staffnya memaksa saya untuk menandatangani kontrak tersebut dan melakukan transfer deposit, walaupun praktek bisnis umum di Indonesia ialah untuk tanda tangan kontrak sebelum mentransfer uangnya. Pengacara saya di Jakarta harus menulis ulang kontraknya untuk akhirnya kontraknya menjadi dokumen hukum yang benar.

Untuk mempercepat progressnya, saya menawarkan kepada 2 pemilik di Jakarta untuk menandatangani kontraknya dan mengirimkannya kembali ke kantor pengacara, yang mana kontraknya akan discan dan diemailkan, lalu ditanda tangan oleh pihak ketiga di Singapura, scan dan emailkan kembali, yang kemudian akan langsung saya transfer uang muka, saat dokumen aslinya sedang dikirimkan dan ditandatangani. 

Walaupun mereka akhirnya bisa mengirimkan kontraknya dari Jakarta ke Batam dalam satu malam, kontraknya hanya tergeletak di kantor selama beberapa hari, dan Bu Ponny memaksa untuk memberikan kontraknya secara personal ke pihak ketiga di Singapura. Bu Ponny berencana ke Singapura di akhir minggu, dan mementingkan keperluannya daripada permasalahan waktu. Karena hal itu lah akhirnya yang memperpanjang proses penandatanganan, pembayaran uang muka, dan renovasi. Setelah menjelaskan situasinya ke pemilik, Bu Ponny mengkonfirmasi untuk mulai melakukan renovasi keesokan harinya. tapi ternyata tidak ada renovasi yang dilakukan. Mereka akhirnya memulai renovasi setelah penandatanganan dari pihak di Singapura. 

Untuk beberapa alasan tertentu, saya masih tidak diperkenankan untuk menandatangani kontraknya. Bu Ponny meyakinkan saya kalau semua berjalan sesuai rencana dan juga mengirimkan foto kontrak yang sudah ditandatangani sebagian. Menurut kontrak, sewa seharusnya sudah mulai seminggu yang lalu, tapi renovasi masih belum selesai, dan kantornya tidak memperbolehkan saya untuk tanda tangan kontraknya. Padahal dia dan staffnya selalu memaksa saya untuk mentransfer jumlah keseluruhan sebelum tanda tangan/menyelesaikan renovasi rumah. 

Hal – hal yang dilakukan oleh Bu Ponny patut dipertanyakan, padahal dia adalah notaris yang sudah terdaftar di Indonesia.

Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam 3
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam 4
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam 5
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam 8
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam contact signature 1
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam contact signature 2
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam contact signature 3
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam contact signature 4

Salah satu staffnya mencoba memaksa saya untuk menandatangani kontrak yang salah dan melakukan pembayaran full secepatnya. Tugas utamanya membuat saya membayar pembayaran full sebelum menandatangani kontrak.

Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa first
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa 1
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa 2
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa 3
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa 5
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa 6
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa 7
Komplek Perumahan Anggrek Sari Alexandria Dwie Ponny Sulistiyan Notaris Batam Anissa 10

KESIMPULAN

Kantor yang menjadi agen sangat tidak profesional, saya mengharapkan seorang notaris untuk memberikan dokumen yang baik dan benar, yang mana sesuai dengan 1) perjanjian kliennya dan 2) sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Selain kerugian besar di sisi waktu dan biaya pengacara yang terlibat. Saya sekarang harus memulai lagi dari awal dan mencari tempat yang baru, tambahan biaya untuk memperpanjang sewa saya yang sudah habis. Yang juga termasuk dalam kerugian bisnis. 

Jangan pernah melakukan pembayaran terlebih dahulu, selalu perhatikan persyaratan dan bagaimana proses dalam melaksanakan syarat-syarat tersebut 

Back to Top
Send this to a friend